<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jatkunole's Weblog</title>
	<atom:link href="http://jatkunole.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jatkunole.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jun 2008 09:47:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jatkunole.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jatkunole's Weblog</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jatkunole.wordpress.com/osd.xml" title="Jatkunole&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jatkunole.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tugas TIK</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/06/04/tugas-tik/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/06/04/tugas-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 09:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jatkunole.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Assalamulaikum Maaf ganggu, saya mau ngumpulkan tugas Pak jawaban.PDF Wassalamualaikum.wr.Wb<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=10&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamulaikum</p>
<p>Maaf ganggu, saya mau ngumpulkan tugas Pak<a href="http://jatkunole.files.wordpress.com/2008/06/jawaban.pdf"></a></p>
<p><a href="http://jatkunole.files.wordpress.com/2008/06/jawaban.pdf">jawaban.PDF</a></p>
<p>Wassalamualaikum.wr.Wb</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=10&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/06/04/tugas-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cangkir yANG cANTIK</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/cangkir-yang-cantik/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/cangkir-yang-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 12:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jatkunole.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Cangkir yang Cantik Februari 4, 2008 oleh wowo Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu”, kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek. Saat mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=6&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cangkir yang Cantik</p>
<p>Februari 4, 2008 oleh wowo</p>
<p>Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu”, kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek.</p>
<p>Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, “Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”</p>
<p>“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Teriakku, tetapi orang itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku berulang-ulang”.</p>
<p>“Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.”</p>
<p>“Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, Belum!”</p>
<p>Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Tapi, ternyata belum. Setelah dingin, ia menyerahkan aku ke seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.</p>
<p>Wanita itu berkata, “Belum!”. Lalu ia memberika aku kepada seorang pria dan ian memasukkan aku ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. “Tolong! Tolong! Hentikan penyiksaan ini”, sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas ‘menyiksaku’ kini dibiarkannya diriku menjadi dingin.</p>
<p>Setelah benar-benar dingin, seorang wanita mengangkat dan menempatkanku didekat kaca. Aku melihat diriku dan aku terkejut sekali. Hampir-hampir aku tidak percaya, karena dihadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaan dan kesakitanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sekarang ini.</p>
<p>Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir yang cantik. Pada saat Tuhan membentuk kita mengarungi hidup ini, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.</p>
<p>Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan kekuatan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh, tidak kurang suatu apapun.</p>
<p>Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk anda. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan membuat penderitaan. Namun, percayalah, setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan menghasilkan anda.</p>
<p>SOURCE:<br />
http://inspirasi2. wordpress. com/2008/ 02/04/hikmah- dari-cangkir- yang-cantik/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=6&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/cangkir-yang-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romantisnya Rasulullah</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/romantisnya-rasulullah/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/romantisnya-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 12:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jatkunole.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[15 November 2001 &#8211; 11:09 Romantisnya Rasulullah eramuslim, Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga. Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah &#8216;heboh&#8217;, tidak sedikit pertanyaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=5&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="95%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><span class="quranlatin">15 November 2001 &#8211; 11:09 </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul-berita">Romantisnya Rasulullah    <img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/starhalf.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td><em></em></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td class="text-content"><strong>eramuslim</strong>, Buat para suami-suami, seringkali kita  memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang berkaitan dengan  kebahagiaan berumah tangga.</p>
<p align="justify">Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam  sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs Islam lokal,  tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak  kalah &#8216;heboh&#8217;, tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan  poligami dengan berbagai alasan tentunya.</p>
<p align="justify">Poligami, jelas sangat  diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan  budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang  dianggap tidak lazim bahkan tabu.</p>
<p align="justify">Namun sepertinya, ada hal yang sering  terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam urusan  romantisme berumahtangga? Sehingga Nabi SAW -karena romantismenya yang luar  biasa terhadap para istri beliau- tidak pernah kita mendengar ada masalah yang  besar dalam rumah tangga bersama para istrinya.</p>
<p align="justify">Jadi, untuk sementara  kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih  tua, rumahtangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini  sedang <em>ngetrend;</em> poligami.</p>
<p align="justify">Padahal sesungguhnya jika kita mau  merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat sederhana; kita  kurang romantis!</p>
<p align="justify">Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah,  manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-istrinya sebelum kita  bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.</p>
<p align="justify">Rasulullah SAW adalah  contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda Nabi  sangat romantis kepada semua istrinya.</p>
<p align="justify">Dalam satu kisah diceritakan,  pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya,  &#8220;Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?&#8221;. Rasulullah SAW  hanya tersenyum lalu berkata, &#8220;Aku akan beritahukan kepada kalian nanti&#8221;</p>
<p align="justify">Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah  kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak  memberitahu kepada istri-istri yang lain.</p>
<p align="justify">Lalu suatu hari hari para  istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu  Rasulullah SAW menjawab, &#8220;Yang paling aku sayangi adalah yang  kuberikan cincin kepadanya&#8221;. Kemudian, istri-istri Nabi SAW itu tersenyum  puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan  bahwa dirinya tidak terasing.</p>
<p align="justify">Masih ada amalan-amalan lain yang bisa  dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang dicontohkan Rasulullah  SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, &#8220;Apabila pasangan suami istri berpegangan  tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka&#8221;.</p>
<p align="justify">Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam  rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi <em>janabat</em> bersama,  atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah sebelumnya  mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.</p>
<p align="justify">Baginda  Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan  dan membuat hati berbunga-bunga. &#8220;Wahai si pipi kemerah-merahan&#8221; adalah contoh  panggilan yang selalu beliau ucapkan tatkala memanggil Aisyah.</p>
<p align="justify">Itulah  sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan  dalam kehidupan berumahtangga.  Tentu, masih banyak contoh romantisme  lainnya.</p>
<p align="justify">Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan  berupaya membuat sang istri selalu mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri  anda setiap waktu, setiap kesempatan.  Begitu pula para istri-istri yang  sholehah, peganglah juga  tangan suami anda untuk menghapuskan segala  dosa-dosa.</p>
<p align="justify">Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga  istri pun membalas dengan yang tidak kalah romantisnya, masalah mana lagi yang  sempat mampir dalam bahtera rumahtangga kita?</p>
<p align="justify">Ibarat kata, tidak ada  makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan  begitu?</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=5&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/romantisnya-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/starhalf.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Email From Rasullah</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/email-from-rasullah/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/email-from-rasullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 12:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jatkunole.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Email Dari Rasul     Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini. Nyaris saja kupilih menu �shut down� setelah sebelumnya menutup semua jendela di layar komputer, tiba-tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=4&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="95%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="judul-berita">Email Dari Rasul    <img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td><em></em></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td class="text-content">Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas    kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum    pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini.    Nyaris saja kupilih menu �shut down� setelah sebelumnya menutup    semua jendela di layar komputer, tiba-tiba muncul alert yahoo masuknya email    baru. <em>�You have 1 new message(s)&#8230;�</em>. Seperti biasanya,    aku selalu tersenyum setiap kali alert itu muncul, karena sudah bisa diduga,    email itu datang dari orang-orang, sahabat, saudara, kerabat, intinya, aku selalu    senang menunggu kabar melalui email dari mereka. Tapi yang ini &#8230; Ooopss &#8230;    ini pasti main-main &#8230; disitu tertulis <em>�From: Muhammad Rasul Allah�</em></p>
<p>Walaupun sudah seringkali menerima junkmail atau beraneka spam, namun kali    ini aku tidak menganggapnya sebagai email sampah atau orang sedang main-main    denganku. Maklum, meski selama ini sering sekali teman-teman yang �ngerjain�,    tapi kali ini, sekonyol-konyolnya teman-teman sudah pasti tidak ada yang berani    mengatasnamakan Rasulullah Saw. Maka dengan hati-hati, kuraih mouse-ku dan &#8230;    klik &#8230;</p>
<p><em>�Salam sejahtera saudaraku, bagaimana khabar imanmu hari ini &#8230;<br />
Kebaikan apa yang sudah kau perbuat hari ini, sebanyak apa perbuatan dosamu    hari ini &#8230;�</em></p>
<p>Aku tersentak &#8230; degub didada semakin keras, sedetik kemudian, ritmenya terus    meningkat cepat. Kuhela nafas dalam-dalam untuk melegakan rongga dada yang serasa    ditohok teramat keras hingga menyesakkan. Tiga pertanyaan awal dari �Rasulullah�    itu membuatku menahan nafas sementara otakku berputar mencari dan memilih kata    untuk siap-siap me-reply email tersebut. Barisan kalimat �Rasulullah�    belum selesai, tapi rasanya terlalu berat untuk melanjutkannya. Antara takut    dan penasaran bergelut hingga akhirnya kuputuskan untuk membacanya lagi.</p>
<p><em>�Cinta seorang ummat kepada Rasulnya, harus tercermin dalam setiap    perilakunya. Tidak memilih tempat, waktu dan keadaan. Karena aku, akan selalu    mencintai ummatku, tak kenal lelah. Masihkah kau mencintaiku hari ini?�</em></p>
<p>Air menetes membasahi pipiku, semakin kuteruskan membaca kalimat-kalimatnya,    semakin deras air yang keluar dari sudut mataku.</p>
<p><em>�Pengorbanan seorang ummat terhadap agamanya, jangan pernah berhenti    sebelum Allah menghendaki untuk berhenti. Dan kau tahu, kehendak untuk berhenti    memberikan pengorbanan itu, biasanya seiring dengan perintah yang diberikan-Nya    kepada Izrail untuk menghentikan semua aktifitas manusia. Sampai detik ini,    pernahkah kau berkorban untuk Allah?�. </em></p>
<p>Kusorot ketengah halaman &#8230;.</p>
<p><em>�Sebagai Ayah, aku contohkan kepada ummatku untuk menyayangi anak-anak    mereka dengan penuh kasih. Kuajari juga bagaimana mencintai istri-istri tanpa    sedikit melukai perasaannya, sehingga kudapati istri-istriku teramat mencintaiku    atas nama Allah. Aku tidak pernah merasakan memiliki orangtua seperti kebanyakan    ummatku, tapi kepada orang-orang yang lebih tua, aku sangat menghormati, kepada    yang muda, aku mencintai mereka. Sudahkah hari ini kau mencium mesra dan membelai    lembut anak-anakmu seperti yang kulakukan terhadap Fatimah? Masihkah panggilan    sayang dan hangat menghiasi hari-harimu bersama istrimu? Sudahkah juga kau menjadi    pemimpin yang baik untuk keluargamu, seperti aku mencontohkannya langsung terhadap    keluargaku?.</em></p>
<p>Satu hentakkan pagedown lagi &#8230;</p>
<p><em>�Aku telah memberi contoh bagaimana berkasih sayang kepada sesama    mukmin, bersikap arif dan bijak namun tegas kepada manusia dari golongan lainnya,    termasuk menghormati keberadaan makhluk lain dimuka bumi. Saudaraku &#8230;�</em></p>
<p>Cukup sudah. Aku tak lagi sanggup meneruskan rentetan kalimatnya hingga habis.    Masih tersisa panjang isi email dari Rasulullah, namun baru yang sedikit ini    saja, aku merasa tidak kuat. Aku tidak sanggup meneruskan semuanya karena sepertinya    Rasulullah sangat tahu semua kesalahan dan kekuranganku, dan jika kulanjutkan    hingga habis, yang pasti semuanya tentang aku, tentang semua kesalahan dan dosa-dosaku.</p>
<p>Kuhela nafas panjang berkali-kali, tapi justru semain sesak. Tiba-tiba pandanganku    menjadi gelap, entah apa yang terjadi. Sudah tibakah waktuku? Padahal aku belum    sempat me-reply email Rasulullah itu untuk memberitahukan kepada beliau bahwa    aku tidak akan menjawab semua emailku dengan kata-kata. Karena aku yakin, Rasul    lebih senang aku memperbaiki semua kesalahanku hari ini dan hari-hari sebelumnya,    dari pada harus bermanis-manis mengumbar kata memikat hati, yang biasanya tak    berketerusan dengan amal yang nyata.</p>
<p>Pandanganku kini benar-benar gelap, pekat sampai tak ada lagi yang bisa terlihat.    Hingga &#8230;<em> nit&#8230; nit</em>&#8230; alarm jam tanganku berbunyi. 00.00 WIB. <em>Ah</em>,    kulirik komputerku, kosong, kucari-cari email dari Rasulullah di inbox-ku. Tidak    ada. <em>Astaghfirullaah,</em> mungkinkah Rasulullah manusia mulia itu mau mengirimi    ummatnya yang belum benar-benar mencintainya ini sebuah email? Ternyata aku    hanya bermimpi, mungkin mimpi yang berangkat dari kerinduanku akan bertemu Rasul    Allah. Tapi aku merasa berdosa telah bermimpi seperti ini. Tinggal kini, kumohon    ampunan kepada Allah atas kelancangan mimpiku. Wallahu �a�lam bishshowaab    (Bayu Gautama)</p>
<p>�</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
eramuslim.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=4&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/email-from-rasullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Pilihan</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/lelaki-pilihan/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/lelaki-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 11:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[my artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jatkunole.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[LELAKI PILIHAN ehemm &#8230; Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=3&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="95%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="judul-berita">LELAKI PILIHAN    <img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td><em></em></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td class="text-content">
<p align="justify">ehemm &#8230; Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk  menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa  jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada  laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial  dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara  bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam.  Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan  seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini  semakin sulit mencari laki-laki ideal dan &#8220;jempolan&#8221;. Tentu bukan karena  timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan  karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah  dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan  data statistik yang benar.</p>
<p align="justify">Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita  mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah  adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak  membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa  perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah.  Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati,  pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan,  kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.</p>
<p align="justify">Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita  muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal  itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, <em>&#8220;&#8230; dan janganlah kamu  menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman.  Sesungguhnya budak yang mu&#8217;min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia  menarik hatimu &#8230;&#8221;</em> (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita  akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga  adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan  dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.</p>
<p align="justify">Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak)  menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin  lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi  tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami  para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik,  yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon  suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi  tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang  &#8216;lebih&#8217; dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami  dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan  menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya,  yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon  pendampingnya.</p>
<p align="justify">Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya  untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan  berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu  menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak  memenuhi syarat lainnya.</p>
<p align="justify">Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani,  ia berkata, <em>&#8220;Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Apabila datang (meminang) kepadamu  orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan)  dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan  yang besar,&#8221; Mereka bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?&#8221; Beliau  menjawab, &#8220;Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena)  agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia.&#8221;</em> (diucapkan tiga  kali) (HR. Tirmidzi)</p>
<p align="justify">Imam Asy Syaukani mengatakan, &#8220;<em>orang yang kamu ridhai karena agama dan  akhlaqnya</em>&#8221; dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi  agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya  menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas&#8217;ud  dan kalangan tabi&#8217;in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan  dasar firman: <em>&#8220;Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang  paling taqwa kepada-Nya.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan  yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih  jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah  keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa  apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika  anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.</p>
<p align="justify">Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal  bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin  mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya  sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah  SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang &#8230;ehm,  Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi  takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena  sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian  didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya.  <em>(bay/beberapa sumber)</em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=3&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/05/28/lelaki-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://jatkunole.wordpress.com/2008/04/15/hello-world/</link>
		<comments>http://jatkunole.wordpress.com/2008/04/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 05:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jatkunole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=1&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jatkunole.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jatkunole.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jatkunole.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jatkunole.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jatkunole.wordpress.com&amp;blog=3484757&amp;post=1&amp;subd=jatkunole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jatkunole.wordpress.com/2008/04/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db2cd595eda17e7704aa14494a8a008d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jatkunole</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
